Hmf terutama terbentuk ketika gula, terutama fruktosa dan glukosa, terpapar suhu tinggi. Ini terjadi dalam teknik pengolahan makanan seperti memanggang, menggoreng, pasteurisasi, dan sterilisasi, di mana panas menyebabkan degradasi gula ini, yang mengarah ke pembentukan HMF. Tingkat produksi HMF berbanding lurus dengan suhu dan durasi paparan panas. Dengan demikian, konsentrasi HMF dalam suatu produk dapat memberikan informasi berharga mengenai tingkat perlakuan panas yang telah dialaminya. Secara khusus, ini membantu produsen melacak tingkat paparan panas selama pemrosesan, yang sangat penting untuk memastikan konsistensi dan kontrol kualitas dalam produksi makanan. Misalnya, produk seperti jus buah atau sirup yang terlalu dipanaskan mungkin menunjukkan peningkatan kadar HMF, menandakan degradasi potensial dan pemrosesan berlebih.
Tingkat HMF juga dapat berfungsi sebagai cerminan dari kualitas dan kesegaran produk makanan secara keseluruhan. Dalam makanan seperti madu, jus buah, atau makanan yang dipanggang, peningkatan konsentrasi HMF adalah tanda penuaan atau degradasi, biasanya disebabkan oleh paparan panas yang berkepanjangan atau kondisi penyimpanan yang tidak tepat. Misalnya, madu yang telah terpapar suhu tinggi selama pemrosesan atau penyimpanan akan mengandung jumlah HMF yang lebih tinggi, yang dapat memengaruhi rasa dan keamanannya. Dalam konteks jus atau sirup, kadar HMF yang lebih tinggi dapat menunjukkan bahwa produk telah mengalami perlakuan termal yang berlebihan, yang mengarah pada penurunan kualitas. Dengan cara ini, pemantauan HMF dapat menjadi alat yang efektif untuk menilai apakah produk makanan telah mempertahankan karakteristik yang dimaksudkan atau telah dikompromikan oleh pemrosesan berlebihan.
Kehadiran HMF juga dapat dipengaruhi oleh kondisi penyimpanan. Makanan yang terpapar suhu yang berfluktuasi, cahaya, atau oksigen selama penyimpanan dapat mengalami perubahan kimia yang mengakibatkan pembentukan HMF. Secara khusus, produk seperti jus buah, sirup, dan gula tertentu dapat mengalami konsentrasi HMF yang lebih tinggi jika disimpan secara tidak benar dari waktu ke waktu. Misalnya, jika jus disimpan pada suhu yang melebihi level yang direkomendasikan, atau jika mereka terpapar pada periode sinar matahari yang berkepanjangan, laju bentuk HMF akan meningkat, menunjukkan potensi degradasi produk. Akibatnya, memantau konsentrasi HMF selama penyimpanan dapat memberikan wawasan berharga tentang kondisi yang telah dikenakan suatu produk dan membantu mengidentifikasi apakah kondisi tersebut optimal untuk menjaga kualitas makanan. Dengan melacak HMF, produsen dapat lebih memahami bagaimana praktik penyimpanan dapat memengaruhi umur simpan produk dan membuat penyesuaian untuk meningkatkan pelestarian jangka panjang.
HMF juga terbentuk di lingkungan asam, terutama selama pemrosesan produk berbasis buah tertentu, seperti jus, selai, atau sirup, di mana keasaman alami mempercepat degradasi gula. Dalam kondisi asam, terutama ketika kadar pH rendah, reaksi yang mengarah pada pembentukan HMF lebih jelas. Misalnya, dalam produksi jus buah, di mana keasaman tinggi adalah umum, kadar HMF dapat naik selama pasteurisasi atau penyimpanan yang diperluas. Dengan memantau kadar HMF dalam produk ini, menjadi mungkin untuk mengevaluasi bagaimana pemrosesan asam atau kondisi penyimpanan berkontribusi terhadap degradasi makanan. Tingkat HMF yang tinggi dalam kasus ini dapat menunjukkan perlakuan termal yang berlebihan atau paparan yang berkepanjangan terhadap kondisi pH rendah, yang dapat secara negatif mempengaruhi rasa, aroma, dan kualitas nutrisi produk.
Dalam makanan dan minuman yang difermentasi, produksi HMF adalah produk sampingan fermentasi alami, terutama dalam produk seperti anggur, cuka, atau minuman beralkohol tertentu. Ketika produk -produk ini mengalami fermentasi atau penuaan, kadar HMF dapat meningkat dari waktu ke waktu, mencerminkan sejauh mana produk telah matang. Konsentrasi HMF yang meningkat dapat menunjukkan tingkat fermentasi atau penuaan yang lebih tinggi, yang merupakan bagian normal dari proses pematangan. Namun, level HMF yang terlalu tinggi dapat menandakan bahwa proses penuaan telah melampaui titik optimal, yang mengarah ke masalah kualitas potensial seperti di luar rasa atau penurunan atribut sensorik. Misalnya, dalam anggur atau cuka yang sudah tua, konsentrasi HMF yang lebih tinggi mungkin merupakan tanda kelebihan penuaan atau paparan kondisi penyimpanan yang tidak menguntungkan, yang dapat berdampak negatif terhadap karakteristik akhir produk.3